Analisis Hubungan Sipil-Militer di Indonesia Pasca Reformasi 1998

Analysis of Civil-Military Relations in Indonesia after the 1998 Reform

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.33019/jpi.v7i1.337

Kata Kunci:

Demokrasi, Hubungan Sipil-Militer, Reformasi TNI, Kontrol Sipil

Abstrak

Dalam hubungan sipil-militer pada suatu negara demokrasi itu harus memiliki faktor keseimbangan kekuatan antara instrumen militer dengan instrumen non-militer. Indonesia sendiri tentunya memiliki sejarah perjalanan reformasi militer yang cukup panjang dan penuh akan hambatan berat, yang sumbernya itu sendiri biasanya berasal dari pemerintah atau rezim yang sedang berkuasa pada suatu negara. Setelah turunnya rezim tirani pada tahun 1998 tentunya menjadi langkah awal dari kebangkitan reformasi militer serta menuju arah pembentukan demokratisasi yang lebih baik di Indonesia. Seiring berjalannya waktu Indonesia semakin menunjukan indikasi positif dalam perjalanannya menuju ke arah demokrasi. reformasi TNI dan kontrol sipil di Indonesia sebenarnya dapat dikatakan belum sepenuhnya terwujud dan masih dalam proses transisi menuju ke civil society yang diharapkan. Sehingga, Indonesia harus tetap berhati-hati dan mawas diri dalam mensiasati dinamika yang mungkin saja terjadi dikemudian hari, karena potensi terjadinya konflik yang menciderai hubungan sipil-militer itu mungkin saja tetap ada dan akan terjadi. Penyusunan artikel penelitian ini dibuat berdasarkan penggunaan metode kualitatif berdasarkan pengumpulan data studi pustaka dengan menghasilkan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bagaiamana reformasi militer saat ini di Indonesia, kemudian kebijakan politik dan lembaga terkait apa saja dalam kontrol militer pasca reformasi, dan penjelasan penilaian peneliti dalam hubungan sipil-militer di Indonesia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Yusa Djuyandi, Universitas Padjadjaran

    penulis menyelesaikan studi S-3 di Program Doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, saat ini penulis bekerja sebagai Dosen di Jurusan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

  • Arfin Sudirman, Universitas Padjadjaran

    penulis menyelesaikan studi S-3 di Program Doktor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, saat ini penulis bekerja sebagai Dosen di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran

  • Nanang Suryana, Universitas Padjadjaran

    Penulis menyelesaikan studi S-2 di Magister Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, saat ini penulis bekerja sebagai Dosen di Jurusan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Referensi

Chrisnandi, Y. (2005). Reformasi TNI: perspektif baru hubungan sipil-militer di Indonesia. In LP3ES eBooks. http://ci.nii.ac.jp/ncid/BA75562345

Crouch, H. (1977). The National Struggle and the Armed Forces in Indonesia. Journal of Southeast Asian Studies, 8(2), 255–257. https://doi.org/10.1017/S0022463400009486

Danim, S. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif Rancangan Metodologi, Presentasi, dan Publikasi Hasil Penelitian untuk Mahasiswa dan Penelitian Pemula Bidang Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Humaniora. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Etanol, E., Waru, D., & Habiscus, G. (2017). Digital Repository Universitas Jember. Digital Repository Universitas Jember.

Feaver, P. (2003). Armed Servants: Agency, Oversight, and Civil-Military Relations. Foreign Affairs, 82(6), 158. https://doi.org/10.2307/20033780

Gunawan, A. B. (2017). Kontrol Sipil atas Militer dan Kebijakan Pertahanan di Indonesia Pasca Orde Baru. Jurnal Politik, 2(2), 1-34. https://doi.org/10.7454/jp.v2i2.117

Huntington, S. (1957). The Soldier and the State; the Theory and Politics of CivilMilitary Relations. Cambridge: Belknap Press of Harvard University Press.

Kardi, K. (2015). Demokratisasi Relasi Sipil–Militer pada Era Reformasi di Indonesia. MASYARAKAT Jurnal Sosiologi, 19(2). https://doi.org/10.7454/mjs.v19i2.4703

Kipgen, N. (2016). Militarization of Politics in Myanmar and Thailand. International Studies, 53(2), 153–172. https://doi.org/10.1177/0020881717728156

Latuconsina, M. J. 2008. “Antagonisme Hubungan Sipil–Militer di Fiji (Potret Coup d’etat Militer terhadap Pemerintahan Sipil).” Hipotesa 2(2), 45-54.

Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nainggolan, P. P. (2016). Peran DPR dalam menjalankan kontrol demokratis atas pembaruan sektor keamanan. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 2(1). https://doi.org/10.22212/jp.v2i1.285

Pion-Berlin, D. (2001). Civil-Military Relations in Latin America. The University of North Carolina Press

Seo, J. (2023). When Coups Occur: Erosion of Democracy in Thailand and Myanmar. Obrana a Strategie (Defence & Strategy), 23(2), 039–061. https://doi.org/10.3849/1802-7199.23.2023.002.039-061

Trinkunas, H.A. (2005). Crafting Civilian Control of the Military in Venezuela: A Comparative Perspective. University of North Carolina Press

Yulianto, A. (2002). Hubungan Sipil Militer di Indonesia Pasca Orde Baru di Tengah Pusaran Demokrasi. Grafindo Persada.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-06

Terbitan

Bagian

Research Articles

Cara Mengutip

Analisis Hubungan Sipil-Militer di Indonesia Pasca Reformasi 1998: Analysis of Civil-Military Relations in Indonesia after the 1998 Reform. (2025). Journal of Political Issues, 7(1), 46-56. https://doi.org/10.33019/jpi.v7i1.337

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama