Model Islam Inklusif Di Indonesia Sebagai Kajian Kritik Terhadap Teori “Clash Of Civilizations” Samuel P. Huntington
The Inclusive Islamic Model in Indonesia as a Critique Study of Samuel P. Huntington's "Clash Of Civilizations" Theory
DOI:
https://doi.org/10.33019/jpi.v3i2.71Kata Kunci:
Clash of Civilization Theory, Islam Berkemajuan, Islam Nusantara, Muhammadiyah, Nahdlatul UlamaAbstrak
Tulisan artikel ini mengeksplorasi tentang fenomena model Islam Nusantara yang ada di Indonesia, sebagai suatu kajian kritik terhadap pembahasan dimensi Islam dalam buku yang berjudul “The Clash of Civilization and the Remaking of World Order”, karya Samuel P. Huntington. Adapun hasil pembahasan dalam artikel ini telah menunjukkan tentang beberapa kelemahan dari teori “Clash of Civilization” yang dibangun oleh Samuel P. Huntingtong, terutama jika dilihat dari pendekatan teoritis maupun pendekatan sejarah. Misalnya saja adanya inkonsistensi dalam menggunakan paradigma realis dalam pembangunan teorinya. Selain itu Huntington juga mengalami kebingugan untuk memilih antara landasan geografis ataukah landasan agama dalam mengidentifikasi peradaban yang dimaksud. Serta fakta sejarah juga telah menunjukkan bahwa banyak konflik yang terjadi di dunia ini tidak didasari oleh adanya perbedaan peradaban. Terlebih lagi ditemukan fakta bahwa pembahasan tentang dimensi Islam dalam buku tersebut hanya mengambil referensi dari Islam Timur Tengah, yang sangat bertolak belakang dengan fenomena model Islam Nusantara yang ada di Indonesia. Inti dari artikel ini adalah ingin menunjukkan adanya fenomena yang bertolak belakang yang ditunjukkan peradaban Islam di Indonesia yang sama sekali tidak sesuai dengan pembahasan dimensi Islam dalam buku yang ditulis Huntington tersebut. Dimana di Indonesia yang merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, dengan model Islam Nusantara yang ada di dalamnya telah mampu menunjukkan dimensi Islam yang berbeda dengan apa yang digambarkan oleh Huntington dalam bukunya tersebut. Model Islam Nusantara yang dipelopori oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia yaitu NU (Nahdlatul Ulama) telah mampu menunjukkan model Islam yang bersifat moderat, anti radikal, inklusif, dan toleran.
Unduhan
Referensi
Ashraf, M. M. T. (2012). The Clash of Civilizations? A Critique. Pakistan Journal of Social Sciences (PJSS), 32(2), 521–527. Retrieve From https://www.bzu.edu.pk/PJSS/Vol32No22012/Final_PJSS-32-2-19.pdf
Burhani, A. N. (2016). Islam Nusantara VS Berkemajuan. In A. Mu’ti, F. R. Ulhaq, A. Khoirudin, & A. F. Fanani (Eds.), Kosmopolitanisme Islam Berkemajuan Catatan Kritis Muktamar Teladan ke-47 Muhamamdiyah di Makasar 2015 (1st ed.). Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Crone, M. (2014). Religion and Violence: Governing Muslim Militancy through Aesthetic Assemblages. Millennium, 43(1), 291–307. https://doi.org/10.1177/0305829814541166
Fukuyama, F. translated by M. A. (2004). The End of History and The Last Man. Yogyakarta: Qalam.
Henderson, E. a, & Tucker, R. (2001). Clear and Present Strangers : The Clash of Civilizations and International Conflict. International Studies Quarterly, 45(February 1999), 317–338. https://doi.org/10.1111/0020-8833.00193
Huntington, S. P. translated by Ismail, M. S. (2012). THE CLASH OF CIVILIZATION AND THE REMAKING OF WORLD ORDER. Yogyakarta: Qalam.
Huntington, S. P. (1993). The clash of civilization? Foreign Affairs. https://doi.org/10.2307/1252166
Ilyas, H. (2007). Islam Risalah Rahmat Dalam Al-Quran ( Tafsir Q . S . al-Anbiya ’, 21 : 107). Hermeneia: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 6(2), 257. Retrieved from http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8500/1/HAMIM%20ILYAS%20%20ISLAM%20RISALAH%20RAHMAT%20DALAM%20AL-QURAN%20(TAFSIR%20Q.S.%20AL-ANBIYA',%202I%20IOY).pdf
Irham. (2015). Mengaji Islam Nusantara Sebagai Islam Faktual _ NU Online. Retrieved January 29, 2017, from http://www.nu.or.id/post/read/61182/mengaji-islam-nusantara-sebagai-islam-faktual
Kahfi, M. (2019). Muhammadiyah Gerakan Islam Berkemajuan: Selayang Pandang. SIASAT, 3(1), 39–46. https://doi.org/10.33258/siasat.v2i1.15
Luthfi, K. M. (2016a). Islam Nusantara: Relasi Islam dan Budaya Lokal. SHAHIH : Journal of Islamicate Multidisciplinary, 1(1), 1. https://doi.org/10.22515/shahih.v1i1.53
Luthfi, K. M. (2016b). Kontekstualisasi Filologi dalam Teks-teks Islam Nusantara. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 14(1), 114–128. https://doi.org/10.24090/ibda.v14i1.523
Maarif, A. S. (2020). Islam Berkemajuan, Apa Itu? (I). Suara Muhamadiyah. Retrieved from https://suaramuhammadiyah.id/2020/05/08/islam-berkemajuan-apa-itu-i/
Mahbib. (2015). Apa yang Dimaksud dengan Islam Nusantara? NU Online. Retrieved from http://www.nu.or.id/post/read/59035/apa-yang-dimaksud-dengan-islam-nusantara
Manshur, I. (2014). Jumlah Warga NU 83 Juta Jiwa di Indonesia, Benarkah? Retrieved January 1, 2017, from http://www.muslimedianews.com/2014/05/jumlah-warga-nu-83-juta-jiwa-di.html
Minftahuddin, M. (2015). Islam Moderat Konteks Indonesia Dalam Perspektif Historis. MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 5(1). https://doi.org/10.21831/moz.v5i1.4338
Mufid, A. S. (2013). Paham Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Dan Tantangan Kontemporer Dalam Pemikiran Dan Gerakan Islam Di Indonesia. Harmoni, 12(3), 8–18. Retrieved from https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/149
Mustofa, S. (2015). Meneguhkan Islam Nusantara Untuk Islam Berkemajuan: Melacak Akar Epistemologis dan Historis Islam (di) Nusantara. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 10(2). https://doi.org/10.21274/epis.2015.10.2.405-434
Preambule of Article of Association of Nahdlatul Ulama (2010). Indonesia.
Sheikh, M. K. (2014). The Religious Challenge to Securitisation Theory. Millennium: Journal of International Studies, 43(1), 252–272. https://doi.org/10.1177/0305829814540853
Yang, Y. (2009). Analyze the One-Sidedness of “Clash of Civilizations.” Journal of Politics and Law, 2(3). https://doi.org/10.5539/jpl.v2n3p97
Yusdani, Y. (2006). Formalisasi Syariat Islam dan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Al-Mawarid, 16. https://doi.org/10.20885/almawarid.vol16.art7
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA).
- Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam bentuk buku), dengan pengakuan atas publikasi awal di jurnal ini.
- Setiap publikasi (cetak/elektronik) bersifat terbuka untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan yang disebutkan di atas, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta.



